BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Menurut
Diknas dalam Muhsan (2004 : 3 ) anak akan belajar lebih baik jika lingkungan
diciptakan alami. Belajar akan lebih baik dan bermakna jika anak akan mengalami
dari apa yang dipelajarinya, bukan sekedar mengetahuinya. Pembelajaran yang
berorientasi pada target penguasaan materi terbutki berhasil dalam kompetensi
menginta jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan
dalam kehidupan jangka panjang.
Dengan
demikian, hasil belajar yang bermakna adalah jika anak dapat menggunakan apa
yang telah dipelajari dengan bebas dan penuh kepercayaan dalam berbagai situasi
dan kondisi dalam hidupnya. Hasil belajar tersebut juga benar-benar mengandung
arti bagi kehidupan siswa itu sendiri. Pembelajaran dengan pendekatan
keterampilan proses bukan semata-mata untuk mentransformasikan pengetahuan
kepada siswa, tetapi apakah siswa benar-benar belajar atau tidak.
Dalam
kondisi seperti ini maka guru dalam mengajar tidak dapat mengikuti satu pola
mengajar tertentu yang diikuti secara rutin sehingga dapat menimbulkan
kejenuhan bagi siswa. Untuk itu diperlukan sebuah strategi belajar mengajar
yakni keterampilan proses yang merupakan konsep belajar yang membantu guru
mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata.
“Model pembelajaran
keterampilan proses harus melibatkan beberapa komponen pokok pembelajaran yang
efektif yaitu mengamati, mengklasifikasikan, mengkomunikasikan, mengukur,
memprediksi, dan menyimpulkan”. (Dimiyati, 1999 : 145). Keberhasilan belajar
siswa sangat ditentukan oleh adanya kemampuan seorang guru
1.2 Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
pengertian keterampilan proses yaitu keterampilan mengaplikasi (menerapkan ) dan
keterampilan mengkomunikasikan
2. Apa
saja yang menajdi indikator dalam keterampilan tersebut ?
3. Apa
saja yang menjadi contoh dari penggunaan keterampilan tersebut ?
1.3 Tujuan
Penulisan
1. Untuk
mengetahui pengertian dari keterampilan mengaplikasikan dan keterampilan
mengkomunikasikan
2. Untuk
mengetahui apa saja yang menjadi indikator yang mempengaruhi pada keterampilan
proses tersebut
3. Untuk
mengetahui penerapan dari keterampilan mengaplikasikan dan mengkomunikasikan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
2.1.1
Keterampilan Mengaplikasikan(Menerapkan)
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia kata
penerapan berasal dari kata terap dengan mendapatkan konfiks pe-an menjadi
penerapan yang “berarti pemasangan”, pengenaan, perihal “mempraktekkan (kamus
umum bahasa Indonesia”, 1984 : 1059). Dari defenisi ini dapat ditarik
pengertian bahwa kata penerapan dalam penegasan istilah bermakna menggunakan
dan mempraktekkan pendekatan keterampilan proses dalam belajar mengajar IPA.
Menerapkan yaitu, menggunakan hasil belajar berupa informasi, kesimpulan, konsep,hokum,
teori, keterampilan. Melalui penerapan, hasil
belajar dapat dimanfaatkan, diperkuat,dikembangkan, atau dihayati.
Keterampilan Mengaplikasikan merupakan keterampilan
menerapkan atau mempergunakan konsep-konsep ataupun pengetahuan yang telah
dimiliki siswa kedalam situasi kehidupan sehari-hari.
Konsep-konsep IPA dapat dikembangkan di dalam kelas
melalui diskusi kelompok, Tanya jawab dengan guru ataupun pengarahan dari guru
untuk memancing gagasan siswa agar berani mengungkapkan gagasannya dalam
menerapkan pengetahuan yang telah mereka miliki. Aplikasi dapat berupa ide-ide,
gagasan-gagasan, rencana,proyek atau karya nyata. .
2.1.2
Keterampilan Mengkomunikasikan
Menurut Abruscato (Nasution, 2007: 1.44 ) mengkomunikasikan adalah
menyampaikan hasil pengamatan yang berhasil dikumpulkan atau menyampaikan hasil
penyelidikan. Menurut Esler dan Esler ((Nasution, 2007: 1.44) dapat
dikembangkan dengan menghimpun informasi dari grafik atau gambar yang
menjelaskan benda- benda serta kejadain- kejadian secara rinci. Mengkomunikasikan
dapat diartikan sebagai "menyampaikan dan memperoleh fakta, konsep dan
prinsip ilmu pengetahua dalam bentuk suara, visual atau secara visual"
(Dimiyati, 1993:143). Kegiatan mengkomunikasi dapat berkembanga dengan baik
pada diri peserta didik apabila mereka melakukan aktivitas seperti :
berdiskusi, mendeklamasikan, mendramatikan, bertanya, mengarang, memperagakan,
mengekspresikan dan melaporkan dalam bentuk lisan, tulisan, gambar dan
penampilan” (Djamarah, 2000).
Dari pernyataan di atas, dapat dikatakan bahwa mengkomunikasikan bukan
berarti hanya melalui berbicara saja tetapi bisa juga dengan gambar, tulisan
bahkan penampilan dan mungkin lebih baik dari pada berbicara.
Keterampilan komunikasi selalu dipergunakan para ilmuwan untuk
menyampaikan gagasan, hasil penelitian, penemuan, dan lain-lain kepada orang
lain, baik lisan maupun tertulis, yang biasanya dilengkapi dengan penyajian
data dalam bentuk gambar, model, table, grafik, diagram dan sebagainya yang
akan memudahkan orang lain untuk memahami apa yang dikomunikasikan itu.
Keterampilan komunikasi ini mutlak dikuasai oleh para ilmuwan, agar gagasan,
penemuan dan sejenisnya dapat tersebar luas dan diketahui orang lain.
Yang dimaksud dengan keterampilan mengkomunikasi disini adalah
keterampilan untuk menyampaikan apa yang ada didalam pikiran dan perasaan
kepada orang lain, baik secara lisan maupun secara tertulis. Keterampilan
komunikasi memang perlu dikembangkan karena merupakan keterampilan yang sangat
penting untuk memupuk kemampuan siswa demi hari depannya. Keterampilan ini juga
merupakan suatu kebutuhan yang hakiki bagi setiap anak untuk menyampaikan apa
yang mereka ketahui kepada orang lain dalam rangka pengembangan aktualisasi
diri maupun pengembangan ilmu pengetahuan.
Keterampilan komunikasi lisan dapat dikembangkan secara dini pada diri
anak melalui berbagai cara. Salah satu yang efektif adalah member kesempatan
kepada mereka untuk bekerja kelompok, diskusi kelompok, dan menyampaikan hasil
diskusinya kepada kelas. Teman sebaya merupakan mitra yang sangat efektif untuk
mengembangkan keterampilan komunikasi secara verbal karena selama proses
berlangsung boleh dikatakan tidak ada hambatan psikologis. Bandingkan misalnya
suatu komunikasi antara guru dengan siswa, dimana siswa biasanya mengalami
hambatan psikologis karena takut ketahuan bodohnya.
Setiap komunikasi yang dilakukan, tentunya diharapkan menghasilkan
sesuatu yang bermanfaat bagi siapa saja yang terlibat dalam komunikasi
tersebut. Komunikasi akan berjalan dengan dinamis, apabila disertai adanya
suatu reaksi dari pihak penerima pesan. Reaksi ini menandakan bahwa pesan yang
disampaikan mendapatkan tanggapan. Ada beberapa jenis komunikasi yang perlu
dipahami oleh setiap orang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Menurut
Asrori (2003:136) ialah, “Komunikasi verbal, komunikasi fisik,dan komunikasi
emosional”. Berikut penjelasan tentang keterampilan yang dibutuhkan untuk
masing-masing komunikasi tersebut :
a.
Keterampilan komunikasi verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang terjadi bila dua orang atau
lebih melakukan kontak satu sama lain dengan menggunakan alat artikulasi atau
pembicaraan. Prosesnya terjadi dalam bentuk percakapan satu sama lain. Asrori
(2003:136) mengemukakan bahwa, “Dalam melakukan komunikasi verbal, seseorang
harus terampil dalam menggunakan kata-kata, menggunakan tata bahasa yang
teratur dan sopan, serta mampu menjadi pendengar yang baik bagi lawan bicara”.
Ini berarti, komunikasi verbal adalah komunikasi yang secara nyata dapat
dilihat melalui percakapan antara dua orang atau lebih, sehingga setiap orang
yang melakukan komunikasi verbal perlu untuk memiliki kemampuan dalam
menggunakan kata-kata, tata bahasa yang baik dan sopan, sehingga pesan yang
disampaikan dapat mudah ditangkap oleh penerima pesan (lawan bicara).
b.
Keterampilan komunikasi fisik
Komunikasi fisik adalah komunikasi yang terjadi manakala dua orang atau
lebih melakukan kontak dengan menggunakan bahasa tubuh. Misalnya, ekspresi
wajah, posisi tubuh, gerak-gerik dan kontak mata. Asrori (2003:136)
mengemukakan bahwa, “Seseorang membutuhkan kemampuan untuk menggunakan
isyarat non verbal, seperti ekspresi wajah, lambaian tangan dan lain
sebagainya, secara tepat agar pesan dapat diterima oleh penerima pesan”. Berarti,
dalam menggunakan komunikasi fisik, seseorang diharuskan memiliki kemampuan
untuk menggunakan anggota tubuh secara tepat dan sesuai dengan yang
disampaikan, agar pesan dapat mudah diterima dan dipahami oleh penerima pesan.
c.
Keterampilan komunikasi emosional
Komunikasi emosional adalah interaksi yang terjadi manakala individu
melakukan kontak satu sama lain dengan melakukan curahan perasaan. Misalnya,
mengeluarkan air mata sebagai tanda sedih, haru, atau bahkan terlalu bahagia.
Asrori (2003:137) mengemukakan bahwa, “Seseorang harus mampu mengontrol
mental dan kondisi kejiwaannya agar tetap dalam keadaan stabil”. Berdasarkan pendapat ini, seseorang yang
dikatakan terampil melakukan komunikasi emosional adalah apabila dalam
melakukannya ia tetap berada pada kondisi mental dan kejiwaan yang stabil,
sehingga hal-hal yang bersifat bentuk komunikasi emosinal seperti sedih, haru
dan senang tetap terlihat dalam bentuk yang wajar dan tidak berlebihan.
2.2 Indikator dalam Keterampilan
Keterampilan mengkomunikasikan
Menyampaikan pesan dengan baik
merupakan prestasi dalam hubungan sesama manusia, namun sebaliknya komunikasi
yang buruk bisa menjadi bencana dan berdampak tidak baik, setiap orang
mempunyai cara tersendiri dalam berkomunikasi dan dapat dilakukan melalui tatap
muka, melalui telepon, sms, chat, e-mail, dan lain-lain.
Cara-cara berkomunikasi yang baik
dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Pengetahuan
Komunikasi harus ditunjang dengan
penguasaan pengetahuan umum yang cukup, dan tidak perlu bergantung pada
pendidikan akademis yang memadai, misalnya harus bergelar profesor ataupun
doktor, bagaimana dengan mereka yang belum mampu belajar hingga ke perguruan
tinggi? yang terpenting harus bisa membaca dengan segala informasi yang sedang
menjadi headline media masa.
2. Mendengarkan
Bukan berarti kita tidak perlu
berinteraksi atau berargumen, namun ada baiknya kita dengarkan lawan bicara
kita sampai dia selesai bicara kemudian kita dapat memberikan tanggapan dan
mungkin feedback yang dia butuhkan, atau bila kita hanya diperlukan
sedikit interaksi, setidaknya kita dapat berkata oke, baik, dan terima kasih.
3. Rendah hati
Berikanlah informasi yang sejujurnya
saat kita berkomunikasi, tidak perlu harus mendeskripsikan bahwa kita seorang
yang pintar yang dapat melakukan segala sesuatu, walaupun mungkin sebetulnya
kita bisa saja melakukannya, biasakanlah mengimbangi lawan bicara agar jangan
sampai predikat sombong dan angkuh diberikan untuk kita.
4. Buat Lelucon
Setiap
orang mempunyai sense of humor, ada baiknya setiap berkomunikasi
diselingi dengan informasi yang bersifat lelucon atau memancing gelak tawa,
pada beberapa pelatihan dan seminar hal ini sangat penting untuk mengusir
kejenuhan peserta sehingga mereka dapat menikmati tiap-tiap sesi dengan baik,
tidak perlu menjaga image yang berlebihan, apabila kita menjadi bahan joke dan
tertawaan anggaplah bahwa kita sudah berhasil menghibur orang lain sehingga
komunikasi sehari-hari dapat berjalan dengan lancar.
5.
Kontak
Mata
Untuk menyampaikan suatu pesan
kepada lawan bicara sangatlah penting, dengan kontak mata kita dapat melihat
maksud-maksud lawan bicara yang tidak dapat disampaikan lewat kata-kata.
6.
Senyum
dan sapa
Ada nilai terpenting pada setiap
komunikasi, senyum dapat melancarkan komunikasi yang kurang baik, apabila kita
terbentur dengan birokrasi untuk berkomunikasi dengan big boss, langkah
terbaik untuk menembus birokrasi adalah senyum dan sapa, dimana saja dan kapan saja
saat berpapasan, dengan upaya yang baik, big boss akan menilai atittude
kita, terutama dengan lawan bicara yang usianya jauh lebih tua dari kita,
mereka cenderung lebih dominan bicara ketimbang lawan bicaranya, tidak perlu
merasa bosan, berikan interaksi yang tidak berlebihan dan jangan terlalu
mengada-ada, biasanya mereka mempunyai pengalaman komunikasi yang lebih baik
dari kita.
7. Interaksi
Biasakan pada saat berkomunikasi
baik itu melalui tatap muka ataupun melalui media, kita memberikan respon yang
baik, bila diberikan pertanyaan kita berikan jawaban agar kita dapat memberikan
gagasan yang baik untuk berkontribusi pada kemajuan, atau bila disampaikan
pesan yang harus disampaikan lagi keorang lain, kita dapat mencatatnya agar
tidak terlalu berlebihan saat penyampaian atau meminimalisir penyakit lupa yang
sering menyerang.
8. Mencontoh
Bukan berarti menjadi seorang
plagiator, melainkan belajar dari keberhasilan orang lain, suatu ide yang
sangat bagus, kita meniru cara presentasi, contoh: mengapa presentasi manager
selalu berhasil menyakinkan klien, tidak ada salahnya kita mencontoh agar klien
puas sehingga pelanggan merasa puas, atau kita juga dapat mencontoh beberapa
trik yang disampaikan para motivator agar komunikasi kita dapat diterima oleh orang
lain dengan baik.
9. Percaya diri
Jangan pernah merasa anda adalah
orang terbodoh yang diciptakan Tuhan kedunia ini, semua manusia diciptakan
dengan sifat kemuliaan yang paling tinggi daripada makhluk yang lainnya, yang
membedakan hanyalah faktor usaha dan nasib, dengan berbekal hal tersebut kita
dapat berkomunikasi tanpa harus merasa minder dengan lawan bicara, yakinlah
semua derajat manusia didunia sama rata, yang membedakan hanya amal perbuatan
dan akhlak yang baik yang dapat menuntunnya pada kehidupan setelah didunia.
10. Penampilan
Kita tidak harus menjadi orang
paling tampan atau cantik ataupun menjadi orang yang multi talented,
dengan menjaga kebersihan, kerapian dalam berpenampilan sudah menunjang proses
komunikasi agar lawan bicara merasa nyaman dengan kita, tidak mungkin kan kita
berkomuniksi sementara mulut atau badan kita dalam keadaan tidak bersih? tidak
ada cara yang lebih baik selain memulai komunikasi yang efektif dari diri
sendiri, mulai saat ini dan mulai dari orang-orang terdekat anda.
Upaya Pengembangan Keterampilan
Komunikasi
Banyak orang memiliki kemampuan dan keinginan yang besar,
tetapi karena ia tidak dapat mengkomunikasikannya kepada orang lain, kemampuan
atau keinginan itu tidak dapat dikembangkan atau terpenuhinya. Agar hal ini tidak
terjadi, maka diperlukan adanya upaya pengembangan keterampilan komunikasi yang
dilakukan. Hafied Changara (2007:91) mengemukakan bahwa, “Untuk mencapai
komunikasi yang mengena, seorang komunikan harus memiliki kepercayaan
(credibility), daya tarik (attractive) dan kekuatan (power)”.
Ketiga hal ini perlu dikembangkan oleh setiap orang yang
menginginkan komunikasi yang dilakukannya berhasil.
a. Kepercayaan (credibility)
Komunikator
yang baik dan efektif harus memiliki kredibilitas yang tinggi. Menurut Kathleen
S. Abraham (1997:181) kredibilitas adalah, “A set perception about excesss
had by source is so that accepted and followed by its hearer”. Artinya
kredibilitas adalah seperangkat persepsi tentang kelebihan-kelebihan yang
dimiliki sumber sehingga diterima dan diikuti oleh pendengarnya.
Pengembangan
kepercayaan (credibility) dapat dikembangkan melalui teori Aristoteles.
Menurut Hafied Changara (2007:91) teori tersebut adalah, “Ethos, pathos dan
logos. Ethos ialah karakter pribadinya. Pathos ialah
pengendalian emosi. Logos ialah kemampuan argumentasi”. Artinya, untuk
mengembangkan kepercayaan atau kredibilitas, seseorang harus mampu memperkuat
karakter pribadinya, mengendalikan emosinya dan memiliki kemampuan
berargumentasi yang baik dan berdasar.
b.
Daya tarik (attractive)
Daya tarik
adalah salah satu faktor yang harus dimiliki oleh seorang komunikator selain
kredibilitas. Faktor daya tarik (attractiveness) banyak menentukan
berhasil tidaknya komunikasi. Hafied Changara (2007:94) mengemukakan bahwa, “Pendengar
atau pembaca bisa saja mengikuti pandangan seorang komunikator, karena ia
memiliki daya tarik dalam hal kesamaan (similarity), dikenal baik
(familiarity), disukai (liking) dan fisiknya (physic).”
Kesamaan
di sini dimaksudkan bahwa orang bisa tertarik pada komunikator karena adanya
kesamaan demografis seperti bahasa, agama, suku, daerah asal dan sebagainya.
Dikenal maksudnya seorang komunikator adalah seorang yang sudah lama dikenal
oleh para khalayak. Disukai artinya komunikator adalah orang yang disenangi dan
disukai oleh khalayak. Fisik artinya seorang komunikator akan dapat diterima
dengan baik apabila memiliki tampilan fisik yang baik dan menarik.
Katherin
Miller (2005:59) mengemukakan bahwa, “Communicator capable to become pleasant
person and have appearance of interesting physical will is easily accepted by
hearer”. Artinya, komunikator yang mampu menjadi pribadi yang menyenangkan
dan memiliki penampilan fisik yang menarik akan dengan mudah diterima oleh
khalayak. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan daya tarik maka seseorang harus
mampu belajar dan mengembangkan diri untuk menjadi pribadi yang menyenangkan
dan menjaga penampilan fisik.
c.
Kekuatan (power)
Kekuatan
dapat diartikan sebagai kekuasaan dimana khalayak dengan mudah menerima suatu
pendapat, kalau hal itu disampaikan oleh orang yang memiliki kekuasaan. Hafied
Changara (2007:95) mengemukakan bahwa, “Kekuatan ialah kepercayaan diri yang
harus dimiliki seorang komunikator jika ia ingin mempengaruhi orang lain”. Selanjutnya,
Hafied Changara (2007:95) mengemukakan bahwa, “Kepercyaan diri dalam
komunikasi akan tumbuh apabila komunikator mampu memproyeksikan dirinya ke
dalam orang lain”. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa, apabila seseorang
ingin memiliki kekuatan dalam berkomunikasi, maka ia harus mampu mengembangkan
kepercayaan dirinya”.
2.3 Contoh dari penerapan Keterampilan
a. Keterampilan
Menerapkan
Menerapkan yaitu, menggunakan hasil belajar berupa informasi, kes
impulan, konsep,hokum,
teori, keterampilan. Melalui penerapan, hasil
belajar dapat dimanfaatkan, diperkuat,dikembangkan, atau dihayati.Kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih
keterampilan ini adalah menentukan nilaipidengan mengukur suatu rangkaian silinder, menggunakan garis bilangan untuk operasi penambahan dan perkalian. Latihan-
latihan yang mengharuskan siswa untuk mengurutkan dan membandingkan bendabenda atau data berdasarkan faktor numerik membantu untuk mengembangkan keterampilan ini. contoh pertanyaan yang membantu siswa agar mengertitentang hubungan bilangan antara lain adalah : “
lebih jauh mana benda A jika dibandingkandengan benda B?” “ Berapa
derajat suhu tersebut turun.
Beberapa contoh seperti konsep yang
menyatakan bahwa udara mempunyai tekanan dapat diterapkan dengan memompa ban
sepeda agar dapat mengalir keseluruh bagian rumah (untuk cadangan air di rumah
tinggal) atau keseluruh bagian kota ( untuk cadangan air Perusahaan Air Minum
atau PDAM)
b. Keterampilan
Mengkomunikasikan
Menurut Esler dan Esler ((Nasution, 2007: 1.44) dapat dikembangkan dengan menghimpun informasi darigrafik
atau gambar yang menjelaskan benda- benda serta kejadain- kejadian secara
rinci. Jadiketerampilan mengkomunikasikan adalah menyampaikan perolehan atau
hasil belajar kepadaorang lain dalam bentuk tulisan, gambar, gerak, tindakan, atau
penampilan.
Kegiatan untuk keterampilan ini dapat berupa kegiatan membaut dan menginterpretasiinformasi
dari grafik, charta, peta, gambar, dan lain- lain. Misalnya siswa
mengembangkanketerampilan mengkomunikasikan
deskripsi
benda- benda dan kejadian tertentu secararinci.Siswa diminta untuk mengamati dan mendeskripsikan beberapa jenis hewan hewan kecil( seperti ukuran, bentuk, warna, tekstur, dan cara geraknya), kemudain siswa tersebutmenjelaskan deskrifsi
tentang objek yang diamati didepan kelas. Kata kerja operasonal : berdiskusi, mendeklamasikan, mendramakan, bertanya,merenungkan,
meragakan, mengungkapkan, melaporkan ( dalam bentuk lisan, tulisan, gerak
atau penampilan ).Keterampilan proses memerlukan latihan atau penggunaan
secara terus menerus agar dapatdimiliki oleh siswa. Perkembangannya berlangsung
sedikit demi sedikit dan memerlukan waktulama.
Oleh karana itu, penelitian kemampuan keterampilan proses tidak perlu dilakukan
pada tiap pembelajaran, tetapi bisa sekali atau dua kali dalam satu semester
untuk melihat perkembangannya.
BAB
III
PENUTUP
2.4 Kesimpulan
Dalam
kegiatan belajar mengajar keterampilan dalam penyampaian sangat mempengaruhi proses
belajar mengajar. Dimana siswa akan dialtih dengan beberapa keterampilan proses
dalam pembelajaran IPA diantaranya keterampilan menerapkan yang mana siswa
dapat mengeluarkan ide-ide ataupun gagasan yang mereka dapat kemudian
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan keterampilan mengkomunikasikan
dimana siswa diharapkan mengerti dan memaknai apa yang telah disampaikan oleh
gurunya sehingga mereka dapat mengkomunikasikan untuk sesamanya ataupun dapat
menyampaikan gagasan mereka dengan baik dan dimengerti oleh pendengar.
2.5 Saran
Diharapkan para pengajar dapat menerapkan
keterampilan proses kepada siswa agar
siswa dapat mengerti dan mengaplikasikan apa yang telah dipelajarinya.
Daftar
Pustaka
Bery.2011. Keterampilan Komunikasi. http://allaboutbery.wordpress.com/2011/04/05/keterampilan-komunikasi/. Diakses pada tgl 3
Mei 2012
Faisal.2011. Rasional Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP)
dalam pembelajaran. http://ichaledutech.blogspot.com/2011/09/penerapan-pendekatan-keterampilan.Diakses
pada tgl 14
Sands Casino | S Resort Casinos & Entertainment
BalasHapusWelcome 카지노 to Sands Casino®, where you will experience world-class gaming, dining and entertainment 1xbet at the finest Vegas casino resort casino in 샌즈카지노 Las Vegas,